Highlight
Home / Berita / Opini / Mari Kita Ubah Paradigma Duta Wisata

Mari Kita Ubah Paradigma Duta Wisata

Aceh Besar. Minggu (18/4) ada pemandangan berbeda di sekretariat PP HIMAB atau di Asrama Mahasiswa Aceh Besar  yang beralamat di jalan Makam T. Nyak Arif gampong meunasah Bak Trieng, Kecamatan Krueng Barona Jaya – Aceh Besar. Ya sangat berbeda, hal ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang terpakir di halaman asrama dan dikunjungi oleh para wanita dan juga laki-laki yang usianya masih muda, pemandangan yang terjadi tersebut bertepatan pada hari kedua atau hari terakhir agenda Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diselenggarakan oleh HIMAB. Usut punya usut, Ketua PP HIMAB Fakhrurrazi yang sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan pihak komunitas Duta Wisata Aceh Besar yang kebetulan Agam Wisatanya ialah Mulia Mardi yang pernah satu SMA dengan “Pak Ketua” di MAN Rukoh Banda Aceh, komunikasi yang dibangun tersebut mengenai agenda Testing tahap ke-2 Duta Wisata Aceh Besar Tahun 2014. Dan pada hari itu Asrama Mahasiswa Aceh Besar dijadikan sebagai tempat test tersebut, dan sehari sebelumnya Fakhrurrazi ditunjuk sebagai dewan juri katagori “Bahasa Aceh” agar kegiatan tersebut berjalan sukses, singkat ceritanya test pun dimulai dengan secara bergiliran.

Satu jam sudah berlangsungnya test tersebut, tiba-tiba keluar dari ruangan yang jurinya “Pak Ketua” seorang wanita yang muslimah dan jarang kita lihat pada event-event seperti pemilihan duta wisata ini, setelah berlalu jauh dari pintu ruangan tersebut,  “Pak Ketua” tiba-tiba menghampiri saya (Khairul Imam) dan menyuruh saya untuk mewawancara perempuan yang juga aktivis dakwah di UIN Ar-Raniry tersebut dan saya merespon dengan baik intruksi tersebut. Lama setelah itu, saya mencoba mewawancarai perempuan yang bernama “Elfira Syuhada” yang  juga calon duta wisata tersebut dan karena waktu yang tidak mendukung Syuhada sapaan akrab Elfira Syuhada menawarkan untuk menulis sendiri, dan langsung saya mengiyakannya, dan berikut hasil tulisan perempuan tersebut yang sesuai dengan pertanyaan yang saya ajukan sendiri.

1. Alasan saya  mengikuti Duta Wisata Aceh Besar ialah ikut mengambil peran dalam perubahan dibidang pariwisata khususnya. Selama ini duta-dutaan dianggap sebagai ajang ‘pamer’ kecantikan saja,  glamor dan mewah. Seharusnya duta wisata sebagai icon akan dicontoh oleh orang lain. Jadi, yang mencontohpun cenderung seperti yang dicontoh. Maka kita ingin membuat gebrakan kembali ke konsep yang sesuai syariat, saya pribadi meniatkan semoga menjadi lahan Dakwah untuk saya dan pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

2. Program Andalan,  konsep wisata syariah, yaitu yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Sehingga tidak hanya mendapat keuntungan keuangan daerah, Allah pun ridha dan Insyaallah mendapat pahala. Konsep wisata syariah ini sedang booming diseluruh dunia, tidak hanya di negara-negara muslim, bahkan Hongkong, dan Jepang pun ikut mengambil potensi ini, dan umat islam diseluruh dunia akan lebih cenderung dengan nilai-nilai keislamannya.

Selama ini, pemerintah dan para Duta Wisata pun konsen terhadap upaya mengundang turis dan wisatawan. Namun jarang sekali memikirkan upaya menangkal masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan tatanan masyarakat Aceh yang islami.

3. Impian saya jika terpilih, ialah menjadi pembicara tentang konsep pariwisata syariah diseluruh Indonesia. Tentunya setelah menerapkan konsep ini di Aceh Besar terlebih dahulu. Saya yakin, jika kita berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah Allah gariskan, maka kesuksesan pun akan menghampiri.

4. Soal potensi Wisata Aceh Besar tak perlu di khawatirkan, karena kita punya potensi yang sudah diakui dunia, seperti Pulo Aceh yang keindahannya tak kalah dengan pulau Dewata. Namun, yang menjadi “PR” untuk kita adalah bagaiman mengelola tanpa melanggar ketentuan-ketentuan syariat.

Biografi Singkat;

Elfira Syuhada

Nama: Elfira Syuhada

Pendidikan: KPI-Jurnalistik, Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry.

Prestasi: Mahasiswa berprestasi UIN Ar-Raniry 2013 dan Juara II Nasional Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an di Banten.

Hobby: Menulis dan Membuat Handycraft.

Mudah-mudahan generasi baru Aceh Besar bisa melahirkan ide-ide dan juga pemikiran-pemikiran yang baru untuk pembangunan di Aceh Besar disegela sektor sehingga tidak mengikuti pemimpin-pemimpin yang selama ini dari periode ke periode dan dari tahun ke tahun selalu dipenuhi nuansa politis yang tidak jelas sehingga pemerintah hanya bisa melanjutkan rutinitasi-rutinitas pembangunan tanpa adanya ide-ide baru serta program-program yang baru demi kemajuan Kabupaten ini. Demikian dari kami HIMAB.

Reported by: Khairul Imam

Comments

comments

Comments

About Adiesa

Adiesa
Scroll To Top