Highlight
Home / Berita / Ustadz Zaky A Rifai Ungkap Pemuda “Baperan” dengan Berperan di Zaman Millenial
Ustadz Zaky A Rifai Ungkap Pemuda “Baperan” dengan Berperan di Zaman Millenial

Ustadz Zaky A Rifai Ungkap Pemuda “Baperan” dengan Berperan di Zaman Millenial

Himab.org – Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (PP-HIMAB) Aceh menyelenggarakan Talkshow Inspiratif dengan mengangkat tema kekinian yaitu “Pemuda Bawa Perubahan (Baperan) dengan Berperan di Zaman Millenial” pada Jumat, 31 Agustus 2018 bertempat di Aula Gedung Politeknik Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Pada Talkshow itu panitia penyelenggara meminta maaf atas ketidakhadiran Ustadz Salim A. Fillah yang dijadwalkan akan berhadir namun dikarenakan terkendala teknis keberangkatan menuju Banda Aceh.

Meskipun Ustadz Salim A. Fillah tidak bisa berhadir, Ustadz Zaky A. Rifai yang merupakan seorang Da’i, Aktor Nasional dan juga seorang Penulis mengupas tuntas mengenai peran pemuda bawa perubahan yang berperan pada zaman millenial.

Dalam sambutannya Ulul Azmi, Ketua Umum PP-HIMAB Aceh mengatakan Talkshow itu disuguhkan untuk pemuda yang akan berperan di zaman millennial.

“Talkshow ini kita suguhkan untuk pemuda yang sedang dan akan berperan pada zaman millenial sekarang ini, kita manfaatkan momentum kehadiran Ustadz Zaky A. Rifai disela waktu beliau yang sangat padat untuk menngali pemahaman bagaimana peran pemuda di zaman millenial sekarang ini.” Harapnya Ulul Azmi.

Ulul juga menyampaikan terimakasih kepada Lam Management, Politeknik Kuta Raja, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, A PLUS CLC, Aceh Event, Aceh Drawing dan panitia penyelenggara yang telah berkontribusi dalam menyukseskan talkshow inspiratif tersebut.

Sementara itu Ustadz Zaky A Rifai dalam materinya menyampaikan bahwa pemuda harus berperan.

“Pemuda harus berperan, ketika ia hendak berperan maka ia harus berfikir kritis untuk melakukan sesuatu, dia harus berfikir secara singkat dan tidak bisa berfikir secara lama, karna dia tidak punya pengalaman. Oleh karena itu pemuda hanya bisa mengandalkan masa depan dan tidak bisa mengandalkan masa lalu. Sedangkan orang tua, ia mengandalkan masa lalu. Karna lebih banyak pengalamannya.” Ungkapnya Ustadz Zaky

“Maka yang pertama yang harus di lakukan oleh pemuda itu adalah harus percaya pada yang pasti, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran tentang pemuda Ashabul Kahfi “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka,” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 13)”. Sebutnya

“Ini adalah pelajaran bahwa pemuda yang beriman itu harus percaya pada yang pasti, sebagaimana para pemuda Ashabul Kahfi yang percaya pada yang pasti. Ketika kita yakin bahwa agama Allah itu benar maka Allah akan menyelamatkan kita dan sebaliknya ketika kita tidak yakin dengan agama Allah maka kita tidak akan selamat. Percaya pada yang pasti inilah yang membuat mereka selamat dari gua tersebut selama 309 hari, sehingga segala sesuatu yang pasti itu datangnya hanya dari Allah SWT, Rasul-Nya, dan Kitab-Kitab Allah. Oleh karena itu berharaplah hanya kepada Allah, bersandarlah hanya kepada Allah saja, dan mintalah hanya kepada Allah saja. Bukan kepada siapapun, karena siapapun itu cuma jadi perantaranya Allah saja atas izin Allah SWT.”

‌“Ustadz Zaky mengungkapkan kriteria pemuda harus kuat dan terpercaya, kuat dalam arti fisiknya bagus dan sehat sedangkan, terpercaya punya kinerja yang baik sehingga kalau ada tugas langsung dikerjakan tanpa harus di tunda-tunda. Seorang pemuda juga harus mempunyai wawasan yang luas, maka untuk itu pemuda harus banyak membaca, harus banyak kawan yang saling mengenal sehingga mampu membuka wawasan lebih luas, banyak melakukakn perjalanan agar kita banyak tau keadaan diluar.”

Maka dari pada itu, mari kita menjadi pemuda yang kuat, terpecaya, dan mempunyai wawasan yang luas untuk dapat berperan di zaman millenial ini. Ajaknya Ustadz Zaky A Rifai.

*Laporan Muntazia

Comments

comments

Comments

About admin

admin
Scroll To Top