Highlight
Home / Berita / Artikel / RINDANGNYA “POHON BESAR” UIN AR-RANIRY
RINDANGNYA “POHON BESAR” UIN AR-RANIRY

RINDANGNYA “POHON BESAR” UIN AR-RANIRY

Kenapa dipandang Pohon Besar? “Pohon Besar” jika dianalogikakan merupakan satu tumbuhan tinggi yang mempunyai ranting dan berdaun hijau nan lebat. Pohon itu mampu memberikan kerindangan terhadap setiap mahkluk ciptaan Tuhan yang berkicauan mesra disetiap batang maupun rantingnya. Tak hanya burung, makhluk yang mempunyai pijakan dibumipun ikut menikmati rindangnya pohon itu, bahkan tak heran jika mahkluk ciptaan Tuhan memakan buah dari sang pohon, baik itu buah yang jatuh maupun hasil dari pentikan. Namun pohon itu tetap kokoh berdiri tegak untuk memberikan manfaat.

Itulah hidup, proses yang harus terjadi untuk berlangsungnya suatu kehidupan yang saling melengkapi. Maha sempurna Allah, tuhan yang maha menciptakan proses yang begitu sempurna tanpa kesilapan sedikitpun.

Pohon atau suatu tumbuhan yang memiliki batang yang kuat tentu memiliki proses yang panjang dari tunas hingga menjadi sesuatu yang dianggap besar yaitu “Pohon Besar”. Pohon besar tentu melewati suatu proses perjalanan hidup yang sulit seperti terpaan angin kencang ditambah dinginnya hujan dan panasnya terik matahari, terkadang tak dapat dipungkiri pangkasan kayu bakarpun ikut melengkapi ujian kehidupan bagi sang pohon besar. Itulah pohon besar yang melewati proses yang tidak mudah.

Opini “Tumbangnya “Pohon Besar” di UIN Ar-Raniry” merupakan ketidakmampuan para rerumputan bergoyang yang tak mampu tumbuh layaknya “Pohon Besar” itu. Hasil yang di capai sehingga diistilahkan sebagai “Pohon Besar” menggambarkan keberhasilan menaungi para mahkluk Tuhan yang berada disekelilingnya, bahkan di sudut pandang lainnya, tanah dimana pohon besar itu berada telah dianggap sangat subur. Iya, tanah itu memang telah sangat subur, tak heran banyak tumbuhan yang ingin tumbuh besar disana.

Rangkaian proses transformasi IAIN Ar-Raniry menuju UIN Ar-Raniry tidaklah mudah, tentu melewati proses yang panjang dan berliku, proses dimana usaha memberikan pandangan yang visioner dan konsep yang matang serta relasi yang kuat menjadikan IAIN Ar-Raniry mencapai apa yang selama ini rakyat Aceh cita-citakan, yaitu bergantinya status IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry. Bergantinya status itu tidak lepas dari peningkatan standar mutu pendidikan dan infrastruktur, nyatanya pada masanya UIN terjadi pembangunan infrastruktur yang sangat signifikan dan peningkatan mutu pendidikan yang patut diacungin jempol, ratusan milyar sumber dana pun dibutuhkan untuk mewujudkan itu dan itulah keberhasilan Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA.

Beliau menjadikan UIN menuju kegemilangan, karena keberhasilan itulah beliau harus dihadapkan dengan opini “Pohon Besar”, kata-kata ini sekilas menggambarkan betapa kagumnya rakyat Aceh terhadap prestasi yang diperoleh oleh Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. Tidak hanya itu, rakyat Aceh juga harus berbangga dengan perkembangan UIN sekarang yang akan membangun UIN “B”.

UIN akan menjadi universitas besar dimasa mendatang berkah sumbangsih tenaga dan pikiran beliau. Tak salah memang jika diistilahkan beliau sebagai “Pohon Besar”, beliau besar untuk rakyat Aceh, hanya segelintir orang yang merasa tidak puas dengan keputusan maupun kebijakan yang telah beliau ambil. “Pemimpin” itulah kata-kata yang mampu disingkat untuk ketidakpuasan sebagian orang, hanya segelintir orang yang merasa tidak puas namun mayoritas rakyat Aceh telah merasakan manfaat apa yang telah di lakukan oleh si “Pohon Besar” UIN Ar-Raniry.

Hibah/Bantuan IDB dengan nilai ratusan milyar pun ikut dipercayakan kembali pada masa jabatannya dalam kurun waktu yang singkat sejak beliau memimpin. Kepercayaan nasional pun ikut memperkokoh “Pohon Besar” itu, beliau terpilih sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN se-Indonesia, tentunya ini menjadikan kampus jantoeng rakyat Aceh itu mempunyai kekuatan tingkat nasional.

Prestasi Badan Layanan Umum (BLU) pun sukses diraih oleh UIN Ar-Raniry, satu-satunya katagori universitas di Aceh yang mendapatkannya. Dan pada masanya, ditangan beliaulah ide serta konsep “pesantren-universitas” yang mengadopsi sistem pendidikan pesantren yang dipadukan dengan pendidikan universitas terbentuk dan kini telah berdiri untuk meningkatkan pendidikan keislaman serta karakter di Aceh dengan nama Ma’had Jami’ah.

Tak hanya itu, baru-baru ini berlakunya setiap lulusan wajib ikut tes toefl dan toafl sebagai bentuk penekanan penting belajar bahasa internasional pada lulusannya sehingga mampu berkompetisi di kanca internasional.

Itu semua dinilai dapat terwujud berkat kemampuan dan profesionalitas sosok Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA dalam menempatkan para ahli sebagai orang yang membantu dalam kepemimpinannya. Para ahli itu berasal dari keberagaman, keberagaman wilayah di Aceh bersatu untuk membangun UIN Ar-Raniry tercinta.

Itulah sederet kecil dari sekian besar sumbangsih Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA terhadap rakyat Aceh dan Nasional, itulah kerindangan “Pohon Besar” di UIN Ar-Raniry yang dianggap telah tumbang.

Nyata memang, nyata akan rumput yang hanya mampu bergoyang diterpa hembusan angin yang melihat kekokohan “Pohon Besar” sampai berdesing tak karuan, desingnya tidak menggambarkan kuatnya humbusan yang telah dikenal padanya. Desingan tanpa fakta itulah yang mampu dikembangkan oleh segelintir makhluk yang tidak mampu memperoleh keberhasilan.

Bagi rakyat Aceh “Pohon Besar” itu bukanlah tumbang, ia tetaplah pohon yang rindang walau tidak lagi berada di tanah yang dianggap telah subur itu. Ia tetap dihati rakyat Aceh, dimana merindukan pemikiran, konsep, nasihat dengan ketegasan beliau diatas mimbar dan gebrakan yang akan beliau lakukan untuk rakyat Aceh. Inilah Kerindangan “Pohon Besar” yang berada di hati rakyat Aceh. Terimakasih Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA telah memimpin dan membawa UIN Ar-Raniry menuju kegemilangan, dedikasimu tak pernah kami lupakan. Selamat datang Prof. Dr. H. Warul Walidin, AK, MA semoga cita-cita Rakyat Aceh dapat Bapak teruskan dalam memajukan UIN Ar-Raniry kedepan.

 

Penulis :

Ulul Azmi
Mahasiswa Aceh Besar

Comments

comments

Comments

About admin

admin
Scroll To Top